|
Para hamba Tuhan luar negeri datang ke Indonesia membawa api Roh Kudus, membuat gerakan Ke-nabian dan Ke-rasulan semakin nyata di gereja-gereja Indonesia.
Para jemaat sangat membutuhkan gerakan Kerasulan, di mana mereka diajarkan mandiri dan memberitakan injil kepada semua orang.
Mereka juga diajarkan cara membangun sebuah komunitas, yang kemudian dididik dan dilatih untuk mejadi seorang Pemimpin Kristen yang solid. Nantinya diharapkan dari Pemimpin yang solid ini, akan lahir sekelompok Pemimpin yang solid lagi.
Di samping gerakan Ke-rasulan, kita juga membutuhkan suara Ke-nabian. Kita butuh tuntunan Tuhan, nasehat, dan sebuah jawaban doa, lewat suara Ke-nabian.
Kita dapat melihat bahwa gereja-gereja lokal sangat minim sekali dengan suara Ke-nabian. Umumnya para Pemimpin yang mempunyai karunia sebagai Nabi, pasti dikritik habis jika menubuatkan sesuatu. Apalagi jika nubuatan itu tidak terjadi.
Hal-hal inilah yang menyebabkan jemaat ataupun hamba Tuhan tidak berani bergerak dalam suara Ke-nabian, meski mereka dipilih oleh Tuhan untuk menjadi sorang Nabi.
Sadar atau tidak, kelima jawatan yang Tuhan tetapkan itu ada gunanya. Tuhan mengerti bahwa pertumbuhan sebuah gereja tidak akan lengkap tanpa Rasul dan Nabi.
Mari belajar hidup saling melengkapi lewat karunia-karunia yang kita miliki.
|
|
|